Lembaga Kajian Kreatif Sahabat (LK-KRISAT) kembali melaksanakan agenda rutinan setiap malam sabtu di rumah peradaban, sukarame bandar lampung.
Dalam pertemuan kali ini LK-KRISAT membahas mengenai ISIS dengan pemateri Sahabat Ahmad Jun Pajri (11/12).
ISIS (Islamic States In Irak and Syria) merupakan organisasi yang lahir dari organisasi Al-Qaeda yang dipelopori oleh Abu Musab al-zarkawi pada tahun 2004
A. Tahapan sejarah
Dari perjalanan sejarah terbentuknya isis itu sendiri melalui beberapa tahapan antara lain
1. Tahap pertama (2004-2006)
Dibentuknya cabang al-Qaeda di irak oleh Abu musab al zarkawi "Al-Qaeda di mesopotania" Tahap pertama berakhir ketika Abu Musab al-Zarqawi tewas dalam serangan bertarget Amerika pada Juni 2006.
2. Tahap kedua (2006-2011)
Dibentuknya islamic states in irak (ISI) berfungsi sebagai jaringan payung bagi beberapa organisasi jihadi yang terus melancarkan kampanye teroris-gerilya melawan Amerika Serikat, sekutu koalisinya, dan Syiah. ite populasi. ISI melemah menjelang akhir Amerika
3. Tahap Tiga (2012-Juni 2014) - Penguatan ISI dan berdirinya ISIS: Setelah tentara Amerika mundur dari Irak, ISI menjadi lebih kuat. Menyusul pecahnya perang saudara Suriah, ISI mendirikan cabang di Suriah yang disebut Front Al-Nusra ("front pendukung"). Perselisihan pecah antara ISI dan cabang Suriahnya, yang menyebabkan keretakan antara ISI dan Al-Qaeda dan pembentukan Negara Islam di Irak dan Suriah Raya (ISIS).
4. Tahap Empat (per Juni 2014) - Prestasi militer ISIS yang dramatis: Yang paling menonjol adalah pengambilalihan Mosul, kota terbesar kedua di Irak. Setelah keberhasilannya, ISIS mendeklarasikan pembentukan "Negara Islam" (IS) (atau "Kekhalifahan Islam") yang dipimpin oleh seorang pemimpin ISIS bernama Abu Bakr al-Baghdadi. Pada September 2014,
B. Ideologi
Adapun Ideologi ISIS dan al-Qaeda kemudian menjadi pihak yang berseberangan dalam saling berperang satu sama lain. Hal ini tidaklah mengherankan, karena dasar ideologi mereka yang menyimpang, sudah dibangun di atas perpecahan. Kedua kelompok itu baik ISIS maupun al-Qaeda berideologi Khawarij yang suka mengkafirkan kaum muslimin, suka menentang pemerintahan yang sah, bersikap brutal, tidak dibimbing para Ulama Ahlussunnah dalam memahami al-Quran dan Sunnah.
Tokoh-Tokoh ISIS dan Pengaruh Pemikirannya
1. Sayyid Quthb.
2. Abu Muhammad al-Maqdisy Ishoom al-Barqawy.
3. Muhammad Surur Zainal Abidin
4. Abu Bakr al-Baghdadiy, pimpinan pertama ISIS.
C. Strategi penyebaran paham
1. Figur pimpinannya yang dielu-elukan sebagai keturunan Nabi dan berpendidikan formal ilmu Islam.
2. Sikapnya yang lebih radikal dan brutal, mengesankan identitas yang lebih tegas dan tanpa kompromi. Kesan ketegasan dan tanpa kompromi ini pada setiap waktu hampir selalu ada pihak yang suka dan mendukungnya.
3. Propaganda Daulah Islamiyyah. Mayoritas kaum muslimin menginginkan adanya Daulah Islamiyyah/ kekhilafahan Islam yang adil dan memiliki kemulyaan
4. Tawaran menggiurkan dukungan dana biaya hidup bagi individu atau keluarga yang bergabung dengan mereka.
5. Tawaran menggiurkan adanya budak-budak wanita bagi para pejuang
6. Penerapan syariah Islam.
7. Atribut-atribut penampilan fisik
8. Mengekspos ‘keberhasilan’ dalam mengeksekusi tawanan dan melaporkan jumlah kekayaan finansial yang didapat melalui jaringan internet seperti situs video youtube, twitter, dan sebagainya.
9. Menggunakan hadits-hadits tentang keutamaan negeri Syam,
10.Janji mati syahid bagi yang terbunuh dalam perjuangan bersama mereka. (ANDRI)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar