" Belum afdol gelar Mahasiswanya kalau belum memahami Antropologi Kampus "
Penulis rasa, membahas Mahasiswa maka yang akan terbesit dipikiran pembaca adalah seorang yang tengah belajar di perguruan tinggi, namun makna Mahasiswa tidak bisa dibuat sekerdil itu, ada juga yang membedah kata Mahasiswa dari kata perkata yakini kata Maha dan siswa, Maha berarti besar, sedangkan Siswa memiliki arti orang yang sedang melakukan pembelajaran.
Sedikit penulis tafsirkan secara awam dari kalimat Mahasiswa, maha dan siswa memiliki arti seorang yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan namanya tercatat di perguruan tinggi tersebut, lalu ada kalimat besar yang berarti dia sudah besar, mampu mencari, mengasah, maupun mengembangkan keilmuan tersebut secara mandiri. Ini tafsir awam penulis lho.
Timbul pertanyaan dari pembaca, lalu mengapa bisa dikatakan belum afdol menyandang " Mahasiswa " ketika belum memahami Antropologi Kampus?
Pelan-pelan kita bedah bareng yaaa, chekisan...
Antropologi berasal dari bahasa Yunani yakni, anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu, sedangkan kampus merupakan tempat yang memuat visi dan misi perguruan tinggi. Sederhananya Antropologi Kampus merupakan ilmu yang mempelajari manusia yang ada didalam lingkungan kampus, manusia didalam kampus sendiri ada banyak, bisa berupa Mahasiswa, Dosen, Satpam, OB, dan segala macam manusia yang ada didalam kampus.
Lah kok gitu, Kan cuma mempelajari manusia dikampus to?
Mempelajari yang dimaksud ini lebih dalam lhoooo, seperti fungsi jabatan Rektor dan kerjanya, fungsi dan kerja Dekan, OB, Satpam dan manusia berjenis apapun yang yang ada didalam kampus.
Bahkan sangking dalamnya mempelejari manusia didalam antropologi kampus, tipologi dan kultur manusia yang ada didalam kampus juga dibahas. Apalagi aturan-aturan yang dibuat manusia kampus. Yaaa harus paham juga to.
Nahh... ada cerita lucu akibat Mahasiswa tidak memahami Antropologi Kampus.
Ceritanya, seorang Mahasiswa bermasalah terkait mata kuliahnya, lalu dia mengurus dengan menemui wadek 3 yang mana mestinya Wadek 3 mengurus terkait bidang kerjasama Mahasiswa, kan itu sudah salah, jadinya urusan si Mahasiswi jadi enggak kelar. Coba kalo mahasiswa tersebut mempelajari Antropologi Kampus, pasti dia langsung mengurus ke bidang kurikulum, dalam hal ini wadek 1. Kejadian seorang Mahasiswa seperti itu bagi kami yang mempelajari Antropologi Kampus, amatlah jenaka. Mbok yooo jangan goblok to jadi Mahasiswa.
Itulah mengapa selaku Mahasiswa perlu memahami Antropologi Kampus.
Bagaimana mau dikatakan mahasiswa, lah kultur dan aturan-aturanya saja enggak tau. Formalitas banget gelar Mahasiswanyakan. setelah tau itu, bagaimana pandangan pembaca? merasa kurang afdolkan jadi Mahasiswa, tapi enggak memahami Antropologi Kampus to?
Kuncen116




Tidak ada komentar:
Posting Komentar