Bandar Lampung: Ditengah maraknya wabah virus corona atau covid-19 Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Komisariat Raden Intan merancang pola kaderisasi dengan tetap memperhatikan sosial distancing.
Dari hasil keputusan rapat Pengurus PMII RDIK yang dilaksanakan Pada Sabtu (28/03) di sekretariat PMII RDIK tersebut bahwa ditengah maraknya wabah virus korona kaderisasi tetap harus berjalan semaksimal mungkin.
Ketua Rayon PMII RDIK, Deki Pebriansah mengatakan hal tersebut harus dilakukan karena kaderisasi yang paling masif adalah ditingkatan rayon.
" Kita semua sepakat bahwasanya ditingkat rayon adalah tempaan kaderisasi yang masif, maka kemudian jangan sampai virus korona ini menjadi hambatan para kader dan anggota pmii untuk belajar atau menggali potensi dirinya, maka dari itu kita segenap pengurus mempunyai gagasan untuk memaksimalkan kaderisasi dengan media online", ungkap deki sapaan akrab nya.
Dirinya juga menghimbau kepada anggota dan kader PMII Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi khususnya, agar tetap semangat belajar dirumah walau dalam kondisi marak nya wabah virus tersebut.
" Kami juga selaku pengurus PMII Rayon Dakwah menghimbau kepada adek-adek agar tetap semangat mengasah keilmuan dirumah masing-masing dengan membaca buku, ngobrol dengan abang-abang walau via online ataupun bisa juga mencari referensi lain lewat media youtube dsb.
Berikut hasil keputusan Rapat Pengurus Rayon Dakwah pada 28 maret 2020 di sekretariat PMII RDIK,
1. Untuk kelangsungan kaderisasi rayon dakwah, tetap di maksimalkan dengan melakukan kaderisasi langsung dengan anggota PMII yang masih stay di bandar lampung dan tetap komunikasi intens kepada anggota pmii yang berada di luar bandar lampung
2. Memaksimalkan pemanfaatan media sosial dengan konten-konten edukasi dll.
3. Memaksimalkan blog milik rayon dakwah sebagai sarana belajar para anggota dan kader pmii rayon dakwah dan ilmu komunikasi.
(Infokom RDIK)
Dari hasil keputusan rapat Pengurus PMII RDIK yang dilaksanakan Pada Sabtu (28/03) di sekretariat PMII RDIK tersebut bahwa ditengah maraknya wabah virus korona kaderisasi tetap harus berjalan semaksimal mungkin.
Ketua Rayon PMII RDIK, Deki Pebriansah mengatakan hal tersebut harus dilakukan karena kaderisasi yang paling masif adalah ditingkatan rayon.
" Kita semua sepakat bahwasanya ditingkat rayon adalah tempaan kaderisasi yang masif, maka kemudian jangan sampai virus korona ini menjadi hambatan para kader dan anggota pmii untuk belajar atau menggali potensi dirinya, maka dari itu kita segenap pengurus mempunyai gagasan untuk memaksimalkan kaderisasi dengan media online", ungkap deki sapaan akrab nya.
Dirinya juga menghimbau kepada anggota dan kader PMII Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi khususnya, agar tetap semangat belajar dirumah walau dalam kondisi marak nya wabah virus tersebut.
" Kami juga selaku pengurus PMII Rayon Dakwah menghimbau kepada adek-adek agar tetap semangat mengasah keilmuan dirumah masing-masing dengan membaca buku, ngobrol dengan abang-abang walau via online ataupun bisa juga mencari referensi lain lewat media youtube dsb.
Berikut hasil keputusan Rapat Pengurus Rayon Dakwah pada 28 maret 2020 di sekretariat PMII RDIK,
1. Untuk kelangsungan kaderisasi rayon dakwah, tetap di maksimalkan dengan melakukan kaderisasi langsung dengan anggota PMII yang masih stay di bandar lampung dan tetap komunikasi intens kepada anggota pmii yang berada di luar bandar lampung
2. Memaksimalkan pemanfaatan media sosial dengan konten-konten edukasi dll.
3. Memaksimalkan blog milik rayon dakwah sebagai sarana belajar para anggota dan kader pmii rayon dakwah dan ilmu komunikasi.
(Infokom RDIK)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar