Wanita itu makhluk Tuhan yang hebat. Selain cantik, didalam dirinya terdapat berbagai potensi dan kekuatan yang tak kalah hebatnya. Karena itulah Rasullullah S.A.W menyebutnya sebagai tiang suatu negara. Beliau bersabda: "Wanita adalah tiang suatu Negara. Jika baik wanitanya maka baik pula Negara itu, namun jika rusak wanitanya maka rusaklah Negara itu. (H.R At-Tirmidzi).
Wanita hebat itu berperan bukan baperan. Agar dapat berperan dengan optimal sebagai tiang dari suatu Negara, tentu saja wanita harus melengkapi dirinya dengan memiliki ilmu pengetahuan agar menjadi wanita yang istimewa dan hebat di mata orang lain. Baik itu di mata laki-laki maupun di mata wanita itu sendiri. Bukankah begitu?
Ilmu adalah sesuatu yang membuat wanita menjadi hebat. Dengan ilmu, seorang wanita akan naik derajatnya, dan dengan ilmu pula posisi wanita di masyarakat tidak akan pernah terasingkan. Karena ilmu itu, seperti cahaya yang akan menerangi langkah kaki wanita untuk menuju masa depan.
Wanita yang miskin ilmu pengetahuan, hanya akan dianggap sebagai wanita lemah yang bisa diperdayakan, bukan diberdayakan. Oleh karena itu, wanita harus memiliki ilmu pengetahuan, wanita juga harus memiliki cita-cita yang tinggi, bahkan jika bisa lebih tinggi dari laki-laki. Karena wanita mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal bersosial, karir, dan perlakuan.
Banyak wanita yang memiliki derajat mulia karena kedalaman ilmunya. Seperti Aisyah, istri Rasulullah S.A.W ia pernah menjadi tempat bertanya kaum muslimin karena kedalaman ilmunya. Bahkan dengan kepandaiannya, Aisyah mendapatkan kesempatan untuk menjadi panglima perang dalam memimpin perang Jamal. Seharusnya, wanita zaman sekarang dapat berkaca kepada Siti Aisyah, yang begitu banyak menguasai ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan sangat penting bagi wanita ketika akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Untuk melahirkan generasi yang berkualitas maka seorang ibu pun harus berkualitas terlebih dahulu. Karena dari bibit yang unggul akan lahir tanaman yang bagus.
(anggota Ruang Pena, Dara)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar