Bandar Lampung: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ), Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi (RDIK), Komisariat Raden Intan, menjalankan kaderisasi ditengah Pandemi Covid-19 melalui sistem daring, yakni diskusi online. Pada Selasa 05/05/2020.
Diskusi online membahas tentang "Perspektif Aswaja Dalam Situasi Pandemi Covid-19". Yang mana dilakukan via aplikasi WhatsApp, diisi oleh pemateri Nur Syaid Santoso Kristeva, selaku penulis buku dan aktivis.
Menurut, ketua Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi sahabat Deki Pebriansyah, diskusi ini dilaksanakan bertujuan agar warga pergerakan tetap memegang teguh ideologi PMII, yakni aswaja.
"Tentunya kita sebagai warga pergerakan yang memegang teguh ideologi aswaja, harus paham dan tidak boleh kaku dalam menghadapi tantangan zaman yakni Pandemi Covid-19, dalam hal ibadah ataupun lainnya yang ramai dibincangkan akhir-akhir ini. Selain dari itu, kaderisasi juga harus tetap berjalan walaupun ditengah wabah sekarang ini, dengan menggunakan sistem daring," ujarnya saat diwawancarai team Ruang Pena.
Kemudian, Beliau berharap dengan adanya diskusi online ini, kader dan anggota PMII, khususnya rayon dakwah, agar paham apa yang harus dilakukan ditengah wabah sekarang ini.
"Harapannya agar kader dan anggota PMII, khususnya rayon dakwah paham apa yg harus dilakukan ditengah zaman wabah ini. Tetapi yang lebih penting bahwa diskusi ini hanya sebagai pemantik, supaya anggota dan kader PMII dakwah tidak berhenti belajar meski hanya di rumah saja," lanjutnya.
Warga pergerakan berharap, ditengah wabah ini kaderisasi tetap berjalan dan wabah ini cepat berlalu, agar memudahkan dalam kaderisasi.
( anggota ruang pena, Dara)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar