Ekspektasi berujung penyesalan - Ruang Pergerakan

Breaking

Terkini

Sabtu, 11 April 2020

Ekspektasi berujung penyesalan

Setelah sekian lama diidam-idamkan oleh banyak kalangan pelajar dan juga mahasiswa, akhirnya e-learning (pembelajaran online) diindonesia  terlaksana dengan berbagai macam pro dan kontranya.

Adapun yang pro sangat senang dengan kebijakan ini, dan tidak sedikit yang mengatakan "mantap libur panjang". Padahal di balik ini semua ada tujuan yakni social distancing (pembatasan sosial), gampangnya jaga jarak 1 meter lah, jika tidak penting sekali ya jangan keluar, dengan kata lain isolasi diri lah, untuk memutus mata rantai covid-19 

Adapun yang kontra bukanya tidak senang dengan kebijakan pemerintah, tapi hanya mempertanyakan teknis belajar e-learning yang jika tidak dirancang oleh pemerintah maka dikhawatirkan akan terbengkalainya proses belajar mengajar, dan juga ada beberapa oknum guru atau dosen yang bukannya belajar via online malah semena-mena dengan memberikan banyak tugas kepada mahasiswanya jadi seolah-olah bukan kuliah online yang diterapkan tapi lebih cocok disebut dengan tugas online!!! 

Dan semua kekhawatiran itu terbukti, sekarang banyak sekali mahasiswa yang awalnya beranggapan bahwa dirumahkannya belajar mengajar akan membuat mereka banyak waktu bermain, chattingan, rebahan , jadi menyesal dan meminta untuk belajar tatap muka seperti semula. 

Sebenarnya banyak faktor yang melatarbelakangi penyesalan itu, diantaranya yaitu karena tidak jelasnya teknis belajar mengajar  ditambah lagi banyaknya tugas yang membuat mahasiswa maupun siswa geleng-geleng kepala termasuk saya hehe,

Adalagi faktor yang membuat saya sangat tidak setuju dengan diterapkannya kuliah online ini yaitu tidak adanya emosional yang di dapat antara guru dan murid, hal ini menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya akhlak yang ada pada pribadi murid karena dalam perkuliahan online ini peran guru tidak ada dalam menanamkan emosional ke murid-muridnya, sedangkan kita semua tahu kebutuhan manusia tidak lepas dari thinking center, emosional center dan physical center.

Saya tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini, karena yang terjadi sekarang adalah musibah yang kita semua tidak inginkan. Oleh karena itu saya ingin berpesan kepada para pembaca, kita semua harus slalu bersama-sama ikhtiar dan berdoa semoga virus covid-19 (CORONA) ini segera hilang dari dunia supaya kita bisa menjalankan aktivitas sehari-hari lagi dengan bebas tanpa ada pikiran takut dengan virus
(Andri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close
Banner iklan disini