KOPRI Wajib Paham, PMII RDIK Gelar Kelas Gender - Ruang Pergerakan

Breaking

Terkini

Rabu, 25 Agustus 2021

KOPRI Wajib Paham, PMII RDIK Gelar Kelas Gender


korps Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia Putri ( KOPRI ) Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi ( RDIK ), menyelenggarakan kaderisasi Informal bertajuk kelas gender, di PW GP Ansor , Kecamatan Rajabasa, kota Bandarlampung, provinsi Lampung. Pada Rabu, ( 25/08/2021 ).

Agenda tersebut mengusung tema mempertajam basic ideologi sebagai manifesto gerakan kopri diera digital.

Ketua pelaksana, Rita Pristiya, mengatakan bahwa kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ia juga berharap agar setiap peserta mengikuti peraturan selama mengikuti kelas gender.

"Peserta kelas gender ada 17 orang, 3 diantaranya merupakan delegasi dari rayon Ushuluddin, kemudian saya juga berharap seluruh peserta kelas gender mengikuti peraturan yang dibuat, agar materi yang disampaikan mudah dipahami, selain itu tetap ikuti prokes dengan ketat. Supaya kita sama-sama terhindar dari pandemi," ucap Rita didalam laporannya.

Senada, Desma Nurlaili, yang mewakili ketua Kopri PMII RDIK, mengatakan, kader kopri wajib paham terkait gender, ia juga berharap agar peserta mampu memahami semua materi yang disampaikan.

"Berbicara tentang perempuan enggak melulu tentang dapur, sumur, kasur, makanya kader Kopri harus paham terkait gender. Seorang perempuan harus tercerdaskan," ucap Desma yang juga ketua bidang kaderisi Kopri PMII RDIK.

Selanjutnya, ketua Kopri PMII Komisariat Raden Intan, Norma Yunita, ia turut mengapresiasi sekaligus membuka acara tersebut.

"Sangat saya apresiasi agenda rayon seperti ini, sebab dengan adanya agenda tersebut, saya harap kopri mampu mempertajam basis ideologi sebagai manifesto gerakan kopri diera digital, sesuai dengan tema agenda ini. Kemudian, saya minta setelah kelas ini selesai, harus ada follow up terhadap peserta kelas gender," ucap Norma Yunita didalam sambutanya.

Selanjutnya agenda dengan tema mempertajam basic ideologi sebagai manifesto gerakan Kopri diera digital, dibuka oleh Norma Yunita.

Penulis : Luki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close
Banner iklan disini