Tetapi seiring berjalannya waktu , fikiran ini semakin tak dapat ditepis karena melihat realita yang terjadi dengan mata telanjang dan terang-terangan dipertontonkan.
Jadi akal bebas saya mengatakan bahwa angkatan saya (+-kelahiran 2001) adalah masa dimana mulai Terkikisnya akhlah, mirisnya lagi bukan hanya kepada sebayanya tapi juga kepada orang yang lebih tua juga, lumrahnya dekenal tidak ada ahklak
Bagaimana tidak? Rasa hormat kepada yang lebih tua sepertinya sudah terkikis bahkan mungkin sudah tidak ada, fikiran ini tentunya bukan tanpa alasan, yang lumrahnya biasanya ketika kita mau lewat didepan orang yang lebih tua otomatis kita akan membungkukan badan dan menurunkan salah satu tangan , kalau orang jawa akan mengatakan "nyuwun sewu" (Permisi) , itu hanya contoh kecil
Yang sangat besar terlihat adalah rasa hormat kepada guru, hal ini yang membuat jiwa saya seolah ingin berteriak , disini saya bagi ke-dua kelompok, kelompok yang pertama adalah jika dimarahi guru , ia seolah merendah dan merasa salah tetapi ketika di belakang guru tersebut ia akan mengumpat dan ada yang sampai menyumpahi si guru agar cepat mati, miris.... Miris sekali. Kelompok yang kedua lebih miris lagi, ketika di marahi guru, ia akan langsung memberontak dan tak jarang balik memarahi guru itu dan ada juga yang sampai mengajak berkelahi ,
Hal hal itu lah yang membuat jiwa saya seolah ingin berteriak, padahal tidak sepatutnya seorang murid melakukan hal hal diatas, menurut saya hal ini juga ada beberapa faktor, yang pertama pengaruh iptek, memang dari segi manfaat iptek sangat membantu dibeberapa lini, namun ketika salah penggunaan akan berakibat fatal. Faktor yang kedua adalah pasal pemerintah yang melindungi murid,
jujur saya sangat tidak setuju kepada pasal pemerintah ini, karena perlindungan kepada murid ini jika dilihat sisi negatifnya pemerintah akan melongo melihatnya, yang jelas murid makin membangkang dengan guru.
Saya masih ingat sekali saat dulu masih mengaji di tpa (taman pendidikan Al-Quran) , saya pernah dimarahi dan dicubit di bagian perut hingga kulit terkoyak, sekilas terlintas difikiran saya ingin membenci guru tersebut, tetapi seiring berjalannya waktu saya berfikir bahwa guru marah itu pasti bukan tanpa alasan dan pasti murid yang salah pada kala itu,
Tetapi semakin di fikirkan terlintas lagi ternyata bukan hanya di murid yang salah, tapi ya banyak juga oknum guru yang tidak bertanggung jawab dangan marah tak jelas terhadap murid, jadi membuat murid tidak suka terhadap yang namanya guru,
Ya begitulah realita hidup terkadang harus selalu difikirkan, karena realita selalu berubah dan berkembang.
(Andri)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar